Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palopo melalui keberhasilan tim mahasiswa dalam memperoleh pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) pada tahun 2024.
Tim yang terdiri dari Muh. Farid Ammar, Khabib Bukhari, Sulpiani Bahrum, Nurul Islamiah, dan Muh. Apriyanto Baso berhasil lolos sebagai penerima pendanaan pada bidang PKMVGK (Program Kreativitas Mahasiswa Video Gagasan Konstruktif).
Dalam program tersebut, tim mengusung inovasi berjudul “Rescue System Drone With Artificial Intelligence and IoT-Based Thermal Camera untuk Mempermudah Dalam Mengevakuasi Korban Bencana.” Gagasan ini menawarkan solusi teknologi modern dalam upaya penanganan bencana, khususnya dalam proses pencarian dan evakuasi korban di area yang sulit dijangkau.
Inovasi yang dikembangkan memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) yang dikombinasikan dengan kamera termal. Sistem ini dirancang untuk mendeteksi keberadaan korban melalui perbedaan suhu tubuh, sehingga dapat membantu tim penyelamat dalam menemukan korban secara lebih cepat dan akurat, bahkan dalam kondisi minim visibilitas seperti malam hari atau lokasi tertutup puing.
Keunggulan dari gagasan ini terletak pada integrasi teknologi cerdas yang mampu meningkatkan efisiensi dan keselamatan dalam operasi penyelamatan. Dengan penggunaan drone, risiko yang dihadapi oleh tim penyelamat di lapangan dapat diminimalisir, sekaligus mempercepat proses evakuasi korban bencana.
Keberhasilan tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palopo dalam memperoleh pendanaan PKM ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa mampu menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Selain itu, pencapaian ini juga menunjukkan tingginya kualitas ide kreatif dan kemampuan kolaborasi tim dalam mengembangkan solusi berbasis teknologi.
Program PKM sendiri merupakan salah satu program unggulan yang diselenggarakan untuk mendorong mahasiswa dalam mengembangkan kreativitas, inovasi, serta kontribusi nyata terhadap permasalahan di masyarakat. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk berpikir kritis, tetapi juga mampu menuangkan ide dalam bentuk solusi yang aplikatif.
Diharapkan, keberhasilan ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berinovasi dan aktif berpartisipasi dalam berbagai program kompetitif, baik di tingkat nasional maupun internasional. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai peserta didik, tetapi juga sebagai agen perubahan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.




Leave a Reply